Sabtu, 02 Februari 2013

cinta yang pergi dan datang


Cinta kasih yang tergantikan oleh orang lain
By: Chalistha

Senja di sore hari, terlihat menyejukkan suasana hati. Pemandangan yang begitu indah dihiasi banyak pepohonan yang menghijau,burung-burung bertebangan kian kesana kemari mengepakkan sayap-sayapnya yang kokoh. Tatkala matahari mulai tenggelam,bersembunyi dibalik awan yang putih. Ketika seseorang sedang duduk di teras rumahnya yang sangat luas ditemani laptop kesayangannya. Dia adalah tia,seorang gadis cantik berambut panjang,dengan anggunnya,memainkan laptopnya. Kebiasaan dia setiap hari tidak terlepas dari yang namanya chatting. Saat dia sedang chatting  dengan seorang yang bernama danny. Yeach,,, dani adalah seorang mahasiswa dari perguruan tinggi yang berasal dari kota bandung yang dikenalnya lewat dunia maya. Dani dan tia semakin hari semakin akrab dalam berhubungan walaupun dalam dunia maya.keakrabannya itu semakin menjadi sesuatu yang tak disangkanya selama ini. Dua insan yang tiba-tiba mengalami perasaan yang selama ini tak pernah dirasakan. Ntah itu perasaan suka atau hanya sekedar merasa senang saat berkomunikasi dengannya.Lama kelamaan tia dan dany menjalin suatu hubungan. tapi hubungan yang ga jelas banget.
Suatu ketika, dani menemui tia. Dia sengaja datang kerumah tia untuk bertemu dengannya. Jauh-jauh dari bandung ke semarang hanya untuk menemuinya. Penasaran dengan dirinya yang hanya dikenalnya lewat dunia maya. Setelah dia bertemu  secara langsung, akhirnya dia mulai mengenal. Dan Tahu siapa tia itu. Setelah beberapa hari kemudian, tia ingin ke bandung. Dia ingin melanjutkan pendidikan di kota tersebut. Mendaftar sebagai calon mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Hingga dia harus mengikuti wawancara dan tes yang begitu menghabiskan waktu untuk menunggu lama. Tetapi itu tidak menutup kemungkinan dan tidak sia-sia. Setelah mengikuti tes tersebut, tia dinyatakan sebagai mahasiswa baru di perguruan tersebut.  Hatinya sangat senang sekali. Dia berharap bisa bertemu dengan dani lagi. Setiap harinya tia dan dani selalu bertemu dan berkomunikasi walaupun lewat handphone. Disaat tia sudah berada di kota bandung. Hari demi hari. Dia merasakan sesuatu yang beda. Tia merasakan sesuatu yang bikin dia takut untuk kehilangan saat itu juga. Dia bertanya dalam hati, “apakah aku akan kehilangan dani”?. Pertanyaan itulah yang selalu terlintas dalam bayangannya. Dia mencoba mencari tahu tentang hal itu. Karena disaat perasaan yang begitu dalam mencintai dani. Dia ngga ingin dani pergi meningggalkannya begitu cepat. Tia kemudian memberanikan diri untuk mencari kepastian yang sebenarnya. Dia ngga ingin perasaannya dimainkan begitu saja. Dia menelpon dani. Tapi hatinya merasa dag dig dug lebih kencang.
Tia     :” Halloo.. Dani.”
Dani  :” Iyaa..”
Tia     :” Dan... aku mo ngomong sesuatu. Tapi kamu jawab dengan sejujur-jujurnya.”
Dani  :” Mo ngomong apa?”
Tia     :” Kamu sebenarnya sayang ma aku ngga?”
Dani  :”Aku sayang kamu”.
Tia     :”Tapi mengapa sikapmu begitu berubah ngga seperti biasanya.” Aku butuh kepastian yang lebih jelas dari kamu.”
Dani  :” Kepastian apa??
Tia     :” iya kepastian. Kamu itu anggap aku apa?? Pacar kamu atau bukan??” ( sambil marahdan penasaran)
Dani  :” Bukan. Aku ngga sayang sama kamu. Aku Cuma anggep kamu teman”.
Tia     :” Apa??? ( perasaan kaget). Kamu pasti bohong. Terus selama ini, kita jalan,ngasih perhatian lebih ke aku. Semuanya itu  bohong???”. Tega banget sih kamu.
Dani  :” sorry yahh...”( merasa ngga bersalah)
Tia     :” Oke,, ngga apa-apa. Semoga kamu ngedapetin yang lebih baik dari aku. Makasih untuk semuanya.
Dani  :” Iya makasih. Moga kamu juga ngedapetin seseorang.
Setelah selesai bercakap-cakap. Hatinya semakin hancur. Cowok yang selama ini dia idolakan, dia sayang ternyata hanya kebohongan semata. Tapi. Dengan jawabannya begitu. Tia masih penasaran dengan apa yang direncanakan dani.
Malam semakin larut. Hatinya semakin lama semakin gundah dan tidak pernah bisa tentram. Dia akhirnya menemukan cara yang paling tepat. Esok harinya, Dia mencoba mengenal salah satu temannya dani. Agar dia dapat mencari tahu tentang dani. Dan salah satu caranya itu berhasil. Di dekatinya temannya itu yang bernama adit. Adit adalah teman kumpulnya dia sejak masuk perguruan tersebut. Setelah mengenal adit dengan waktu yang tidak begitu lama. Tia mulai bertanya sesuatu kepada adit mengenai dani selama ini. Dia ingin tahu tentang dani dan semua karakternya. Akhirnya adit mulai menceritakan sesuatu kepada tia mengenai dani. Setelah mendengarkan ceritanya tersebut, hati tia semakin terpukul atas apa yang telah diceritakan adit kepadanya. Tak disangka kalau selama ini dani telah membohonginya. Dugaan tia benar selama ini.Dia sangat kecewa. Hingga dia memutuskan untuk tidak ingin mengenalnya lagi. Hari demi hari yang dilalui, tia tidak bisa juga melupakan sosok cowok yang dikenalnya itu. Semakin hari perasaan dia berkecamuk menjadi satu, antara benci,sayang dan kecewa. Tapi dia tidak bisa membohongi perasaannya. Dia belum bisa melepaskan dani walaupun ia tahu kalu dani mencintai orang lain. Tetapi orang yang dicintainya itu, telah  memiliki kekasih. Dan dani tetap berusaha untuk ngedapetin seseorang yang dicintainya itu.
Selang beberapa hari kemudian, tia mencoba merenungi perasaannya itu. Dia mencoba ikhlas untuk menerima tentang semuanya yang ia alami. “Jika memang dia bukan untuk dipertemukan denganku dan tidak untuk bersama,aku ikhlas. Jika itu memang terbaik untuknya. Mungkin Tuhan belum memberikan jalan untuk aku dan dia bersama. Dibalik itu semua pasti ada maksud tertentu untuk menunjukkan sesuatu yang lebih baik dari itu semua.” Saat perasaan itu mulai pudar. Adit yang selalu tia butuhkan dan meminta bantuan, tiba-tiba hadir kembali. Dia sering menghubungi tia setiap hari bahkan jalan bareng. Dari situlah hubungan tia dan adit mulai akrab. Setiap ada masalah, tia selalu menceritakan kepada dia. Tapi, tia tidak menaruh curiga sedikitpun mengenai adit. Lama-kelamaan, adit mengatakan sesuatu pada tia. Dan tia tidak tahu apa yang akan dibicarakannya itu. Tiba-tiba saja adit mengatakan ingin mengisi kekosongan hatinya. Karena adit telah menemukan seseorang yang begitu baik,sabar, dan berbeda dengan sosok wanita lain. Orang yang selama ini dianggapnya penyabar itu adalah orang yang keseharianya selalu bersama adit. Yeah...dia adalah tia,tapi tia tidak menyangka kalau adit benar-benar menganggapnya seseorang yang istimewa dihatinya. Dia ingin tia menjadi seseorang yang berarti buatnya. Tia belum siap dan dia tidak ingin mengulangi kejadian yang pernah ia alami dulu. Sementara itu, adit tetap sabar menunggu keputusan tia. Apa pun yang akan terjadi, adit siap menerima semua itu. Beberapa bulan kemudian, lama kelamaan akhinya tia mulai sayang kepadanya. Tapi tia masih takut untuk mulainya lagi. Dengan sabarnya, adit mulai menuntun tia, agar tidak mengingat yang kelam.akhirnya tia mulai bisa walaupun sedikit demi sedikit.
Di suasana yang cerah, langit kebiru biruan dan matahari yang mengintip dibalik awan. Di gang kecil yang tak berliku. Penuh dengan pepohonan yang menghijau di sepanjang jalan kecil tersebut. Terlintas bayangan dia dalam diri tia. Dia selalu kebayang wajah adit. Bayangan adit yang selalu selalu terpikirkan. Tak berapa lama,mereka bertemu kembali dan adit resmi jadian dengan tia. Mereka saling melengkapi satu sama lain. Cinta mereka tidak akan pernah bisa tergantikan dengan yang lain. Adit dan tia sudah saling berjanji untuk setia dan mencintai lebih serius. Hubungan mereka yang dijalani dengan serius bagaikan seseorang yang tidak dapat dipisahkan. Walaupun tidak ada keromantisan dalam diri adit. Tapi tia dah begitu senang, bahagia menerima itu semua. Yang paling penting saling menjaga kepercayaan dan tidak saling membohongi. Waktu terus berjalan, seperti hubungan mereka yang telah dilalui. Dua sejoli yang merajut cinta demi hubungan mereka dan menjaga hubungan mereka hingga saat ini berjalan dengan baik.
Hujan begitu deras mengguyur kota bandung,di sepanjang jalan yang ternodai oleh guyuran hujan yang begitu deras,dan gedung-gedung yang tinggi,rumah-rumah yang tersentuh oleh titik titik air hujan. Dedaunan yang basah dan embun yang menempel pada kaca-kaca setiap rumah. Beberapa menit kemudian, hujan pun mulai reda. Adit menemui tia dan mengajaknya jalan. Mereka jalan-jalan ke suatu tempat yang romantis, melihat bintang yang berkemilauan di malam hari. Mengucap sebuah janji pada hubungan  mereka. Janji yang tidak akan ada yang memisahkan mereka. Di sepanjang tempat, tia sangat senang menikmati kebahagiaannya itu bersama adit. Dia tidak bisa melupakan semua pengorbanan yang telah dilakukan oleh adit. Malam begitu cepat, dan angin malam mulai merasuk ke dalam tubuh mereka. Dengan segera, mereka meninggalkan tempat itu dan bergegas menaiki vario hitamnya. Tia pun segera diantar ke rumah. Esok harinya, saat ngga ada kuliah, adit mengajak tia jalan. Tia ngga tahu, adit mau ngajak jalan kemana. Yang jelas adit merahasiakannya. Sampai di tempat tujuan. Ternyata tia diajak ke rumahnya adit.  Rumah adit begitu besar dan luas. Terdapat pepohonan yang rimbun dan sejuk di depan terasnya. Ada ayunannya. Ruang tamunya begitu bersih dan rapi. Di pojok dinding terdapat hiasan lukisan yang indah. Ada keluarganya di rumah tersebut dan tiapun mengenal keluarganya adit. Keluarga adit telah akrab mengenal gadis cantik itu. Kemudian mereka makan bersama. Setelah itu, adit mengajak ke perpustakaan daerah yang jaraknya lumayan jauh. Adit mempunyai tugas yang harus segera diselesaikan secepatnya. Adit mulai mencari buku yang diperlukan untuk tugasnya itu. Tak berapa lama, buku tersebut telah ditemukannya. Buku yang dicari telah ketemu. Saatnya untuk pulang dan mengantar gadis cantik pulang.
Paginya, tia merasa lelah ketika bangun tidur. Mentari dengan dirinya telah dahulu mentarinya. Mentari yang bersinar dan menghangatkan panasnya di pagi hari membuat badan menjadi sehat dan kuat. Tapi tidak bagi tia. Gadis cantik yang senang jalan-jalan itu, merasa kelelahan. Dan kondisinya drop. Di saat itu dia menghubungi adit melalui selulernya.
Tuuuuuuttt....tuuuuttttt...tuuuttt bunyi ponsel berdering. Terus menerus ponsel itu belum juga diangkatnya. Tuuutt...tuuuuutt....tutttt.
Tia     :” met pagii.... sayang?”
Adit   :” pagii juga sayangkuu...”
Tia    :” sayang... hari ini aku ngga berangkat kuliah. Badanku capek sekali. Kurasa aku lagi  ngga enak badan. “
Adit   :” ya  udah kamu ngga perlu berangkat. Istirahat aja yang cukup. Nanti kalo aku pulang kuliah. Ntar aku kerumahmu. Sekalian nganter kamu ke dokter”
Tia    :”Iyaa dech sayang. Makasiih ya sayang...”
Adit   :” iya sayangku. Iya udah kamu istirahat aja.”
Tuuutt..tuut..tuut akhirnya bunyi telepon pun terputus. Adit melanjutkan aktivitasnya seperti biasanya. Berangkat kuliah. Dan tia pun beristirahat sejenak.
Sampai sore hari menjelang petang. Adit buru-buru keluar dari kampus. Dan pergi ke rumah tia. Sampai disana, tia telah menunggu adit datang. Lama sudah hubungan yang mereka jalani bersama. Susah,senang,canda , tawa selalu menghiasi wajah mereka.  Waktu telah berjalan begitu cepat, bulan demi bulan hubungan tia dan adit semakin rekat. Namun, tiba-tiba hubungan mereka mulai hancur sedikit demi sedikit. Seseorang yang tiba-tiba muncul disaat hubungan mereka telah berjalan sangat lama. Yeachh... sosok itu adalah orang asing yang belum pernah tia lihat sebelumnya. Awalnya, tia mengenal sosok itu sewaktu di sebuah acara yang diselenggarakan di kampus. Perkenalan antara mereka telah berjalan dengan baik. Hingga mengenal satu sama lain. Sebut saja dia adalah roger. Roger adalah seorang mahasiswa satu kampus dengan tia dan satu angkatan dengannya. Dia sosok seorang yang baik, gagah, dan tia suka dengan postur tubuhnya yang atletis. Tak heran jika tia menyukai dan mengidolakan sosok seperti roger tersebut. Setiap harinya tia saling komunikasi dengan roger. Hingga tia sedikit melupakan hubungannya dengan adit. Keasyikkan mereka,membuat hubungan tia mulai renggang dengan adit. Namun, hal itu dapat diatasi olehnya. Semakin lama, tia lebih jarang jalan dengan adit. Bahkan sekarang pun lebih sering jalan bersama roger. Waktunya hanya dihabiskan antara tia dan roger.
Di sudut kamar yang sangat luas. Penuh dengan hiasan dinding. Bercorak hijau,seperti tumbuhan hijau yang segar. Tempat tidur yang berlapis atas bawah. Sebelah kiri jendela dan gorden berwarrna hijau. Semua serba hijau. Tempat tidur tia yang berada di atas,yang dianggapnya tempat yang sangat nyaman tanpa diganggu oleh siapapun. Malam pun semakin larut, lampu 10 watt yang terang membuat silau mata. Bergegas tidur dan mematikan lampu,tak lupa memakai selimut dan menyalakan alarm. Agar esok bangun lebih pagi.
Hari esok telah menyapa semua makhluk hidup termasuk tia. Bunyi ayam yang berkokok pertanda hari mulai siang. Mentari muncul perlahan-lahan memberikan senyuman pada setiap orang yang sedang beraktivitas. Saatnya membuka mata. Menghirup udara segar. Menandakan kita masih diberi umur yang panjang untuk menikmati hidup ini. Yeahh... hidup yang terkadang menyenangkan dan menyedihkan seperti roda yang selalu berputar. Berputar mengikuti kondisi yang ada. Sedikit melirik  jam. Ternyata hari sudah semakin panas. Bergegas cepat untuk mandi. Karena siang ini ada mata kuliah yang benar-benar sangat penting dan menentukan ke depannya.
Waktu telah menunjukkan pukul 16.15. Saatnya tia pulang. Capek sudah menghinggapi tubuh tia. Badan terasa pegal. Dan tia pun menjatuhkan badannya sejenak untuk beristirahat. Tak terasa dalam tidurnya yang begitu lama, tiba-tiba tia terbangun dan teringat akan sesuatu. Tia punya janji dengan roger untuk jalan malam ini. Bergegaslah tia untuk bangun dan mengambil handphonenya yang tergeletak di atas meja. Dibukanya menu pesan pada layar handphone dan menulis sebuah pesan singkat kepada roger. Sms pun terkirim, saatnya tia menunggu sms balasan dari roger. Tuuuttt,,,tuutt,,,tuutt bunyi pesan terdengar semakin keras. Cepat-cepat tia melihat isi pesan pada layar handphonenya. Roger pun membalasnya.
Beberapa menit berlalu, roger datang menemui tia. Dan akhirnya mereka jalan malam itu. Keasyikan malam itu mereka lalui bersama. Sungguh senang saat tia berada dekat dengan roger. Dan roger pun sebaliknya. Dia sangat nyaman dan senang saat jalan bersamanya. Tak ada hari selain warna warni yang mereka lalui bersama malam itu.
Tampaknya tia semakin hari sudah mulai melupakan adit. Yahh,,, adit cowoknya selama ini.Berbagai cara dilalui tia untuk membuat alasan agar bisa jalan bersama roger. Dan dapat bertemu kembali dengan dia. Tapi.. lama kelamaan adit sudah mulai mengetahui tentang perubahan tia yang selama ini mulai berubah drastis. Tia melakukan ini memang sudah merasa jenuh dengan adit. Adit merupakan sosok cowok yang sangat posesif dan protective. Justru itu tia mencoba dekat dengan roger. Yang mungin dirasa tia dia lebih baik dari adit. Berjalannya waktu,, dan sudah sebulan lebih akhirnya tia dan adit resmi putus. Sekarang tia sudah ngga tahu gimana kabarnya adit. Dan sudah lama sekali tia dan adit tidak saling berkomunikasi lagi,apalagi bertemu di kampus.
Akhirnya tia sekarang menjalin hubungan dengan roger. Cowok yang sangat diidamkan tia. Sebenarnya sih bukan karna ganteng,gagah,atau keren, tetapi dia sangat berbeda dengan adit, masa lalu tia. Roger adalah cowok  yang penuh perhatian, sensasi, dan cowok yang lembut.
Sekian dulu cerita tentang mereka. Lain kali akan menceritakan sebuah cerita yang lebih seru lagi…!! ditunggu sajaaa…!!
Terima kasih dan selamatt membacaa…!!

Senin, 28 Januari 2013

masa lalu


Cerita Wanita yang dua Tahun Terobsesi Mantan Pacar

Dua tahun terobsesi terus pada mantan kekasih bukanlah waktu yang sebentar. Tapi wanita ini melaluinya karena sang mantan memutuskannya tanpa alasan yang logis dan langsung menghentikan komunikasi di antara mereka tanpa ada penjelasan berarti.

Eka yang kini berusia 20 tahun menceritakan kisah cintanya itu yang terjadi ketika dia masih berusia 17 tahun. Saat itu dia duduk di bangku SMA, sementara pacarnya,Niam satu kelas dengannya. Bahkan tempat duduknya ada di belakang tempat duduknya EKa. Hingga dekat banget posisi mereka saat mengobrol. Mereka pacaran selama enam bulan.

"Selama enam bulan itu kita sering ketemu, bahkan setiap hari di sekolah maupun di rumah. Kemanapun kita pergi selalu bersama. Tak terlewatkan untuk telepon maupun sms dia. Namun belakangan ini sikap dia mulai berubah. Ada sesuatu yang dia sembunyikan dariku. Aku merasakan sesuatu yang mengganjal dalam hatiku. Nggak ada masalah apa-apa tiba-tiba dia mutusin. Di situ aku ngerasa digantung.
Aku ngga bisa terima keputusan dia yang hanya  sepihak saja. Rasa sayangku yang begitu besar harus diakhiri dengan cara yang tak pantas. Rasa sayang yang dibalas hanya dengan pengkhianatan.
.hubungan yang baru. Tak kusangka hubunganku yang berjalan lama. Harus digantikannya sosok baru dalam hidupnya. Diam- diam dia sudah menjalin hubungan dengan sosok baru itu.
Satu pesan dan janjinya dia padaku. “ sayang,,,hubungan kita dipending dulu. Nanti ketika kenaikan kelas hubungan ini kita lanjut kembali. Kalau kita benar-benar sayang. Pasti rasa sayang kita akan disatukan kembali seperti dulu.” Pesan yang masih kuingat sampai sekarang sebagai  bukti janjinya padaku.

Eka merasa digantung karena Niam langsung memutuskan komunikasi. Setiap kali aku hubungi dia, mengirim sms ke dia. Dia seolah-olah bersikap cuek ke aku. Untuk mengetahui kabarnya dia sekarang semakin sulit..bahkan keberadaanya sulit dicari tahu. Dia lebih sibuk dari yang dulu saat bersamaku.
Sang mantan mengganti nomer telepon dan sulit dicari tahu keberadaannya. Untungnya kata Eka, dia tahu nomer ponsel ayahnya dan adiknya lalu dia mencari tahu . disamping itu juga, teman yang dekat dengan sang mantan kumintai tolong. Untuk bisa bekerja sama denganku.

Awalnya saat baru putus, echa sering menghubungi Niam melalui nomer telepon rumah. Namun setiap dia menelepon selalu dijawab Niam sedang sibuk. Dia juga setiap hari berusaha mencari tahu mengenai mantannya melalui sang adik maupun temannya. "SMS temannya setiap hari, nanyain gimana kabar sang mantan, lagi sama siapa," cerita Eka yang kini kuliah untuk melanjutkan studi.

Usaha echa untuk mencari tahu tentang niam juga bukan hanya melalui telepon. Dia pun mengecek melalui dunia maya. Pada tahun itu, 2011, sosial media yang booming adalah Facebook. "Aku selalu lihat profilnya dia. Mencari tahu apa yang dia pikirkan dan yang terjadi padanya.

Setahun setelah putus dari Niam, echa punya pacar baru. Namun dia masih tetap terobsesi pada mantan pacarnya tersebut. Dia ingin bertanya langsung kenapa dulu diputuskan begitu saja. Belakang setelah beberapa tahun, Niam baru memberitahuku kalau dia ternyata memacari wanita lain, sebelum resmi putus darinya.

Diakui, Eka memang cukup terobsesi pada mantannya itu. "Sampai aku mencari pacar (baru) yang fisiknya, mukanya kayak dia juga. Bahkan hobi yang sama dengannya. Ini (Obsesi) berlangsung selama dua tahun," jelasnya.

Empat tahun pasca putus, Eka akhirnya bisa bertemu dengan Niam setelah sebelumnya sang mantan menghubungi Eka kembali dan mengajak bertemu. Meski sudah ikhlas putus dari Niam, dia tetap ingin bertemu tatap muka untuk melepas rindu dan rasa sayang yang besar terhadapnya.
Sekarang keinginan Eka terwujud, hubungan sang mantan yang dulu telah menghilang mulai terjalin kembali. Walau tak bisa seperti layaknya kekasih. Tapi Eka merasa hal itu seperti nyata terulang kembali ketika empat tahun yang lalu.