Senin, 28 Januari 2013

masa lalu


Cerita Wanita yang dua Tahun Terobsesi Mantan Pacar

Dua tahun terobsesi terus pada mantan kekasih bukanlah waktu yang sebentar. Tapi wanita ini melaluinya karena sang mantan memutuskannya tanpa alasan yang logis dan langsung menghentikan komunikasi di antara mereka tanpa ada penjelasan berarti.

Eka yang kini berusia 20 tahun menceritakan kisah cintanya itu yang terjadi ketika dia masih berusia 17 tahun. Saat itu dia duduk di bangku SMA, sementara pacarnya,Niam satu kelas dengannya. Bahkan tempat duduknya ada di belakang tempat duduknya EKa. Hingga dekat banget posisi mereka saat mengobrol. Mereka pacaran selama enam bulan.

"Selama enam bulan itu kita sering ketemu, bahkan setiap hari di sekolah maupun di rumah. Kemanapun kita pergi selalu bersama. Tak terlewatkan untuk telepon maupun sms dia. Namun belakangan ini sikap dia mulai berubah. Ada sesuatu yang dia sembunyikan dariku. Aku merasakan sesuatu yang mengganjal dalam hatiku. Nggak ada masalah apa-apa tiba-tiba dia mutusin. Di situ aku ngerasa digantung.
Aku ngga bisa terima keputusan dia yang hanya  sepihak saja. Rasa sayangku yang begitu besar harus diakhiri dengan cara yang tak pantas. Rasa sayang yang dibalas hanya dengan pengkhianatan.
.hubungan yang baru. Tak kusangka hubunganku yang berjalan lama. Harus digantikannya sosok baru dalam hidupnya. Diam- diam dia sudah menjalin hubungan dengan sosok baru itu.
Satu pesan dan janjinya dia padaku. “ sayang,,,hubungan kita dipending dulu. Nanti ketika kenaikan kelas hubungan ini kita lanjut kembali. Kalau kita benar-benar sayang. Pasti rasa sayang kita akan disatukan kembali seperti dulu.” Pesan yang masih kuingat sampai sekarang sebagai  bukti janjinya padaku.

Eka merasa digantung karena Niam langsung memutuskan komunikasi. Setiap kali aku hubungi dia, mengirim sms ke dia. Dia seolah-olah bersikap cuek ke aku. Untuk mengetahui kabarnya dia sekarang semakin sulit..bahkan keberadaanya sulit dicari tahu. Dia lebih sibuk dari yang dulu saat bersamaku.
Sang mantan mengganti nomer telepon dan sulit dicari tahu keberadaannya. Untungnya kata Eka, dia tahu nomer ponsel ayahnya dan adiknya lalu dia mencari tahu . disamping itu juga, teman yang dekat dengan sang mantan kumintai tolong. Untuk bisa bekerja sama denganku.

Awalnya saat baru putus, echa sering menghubungi Niam melalui nomer telepon rumah. Namun setiap dia menelepon selalu dijawab Niam sedang sibuk. Dia juga setiap hari berusaha mencari tahu mengenai mantannya melalui sang adik maupun temannya. "SMS temannya setiap hari, nanyain gimana kabar sang mantan, lagi sama siapa," cerita Eka yang kini kuliah untuk melanjutkan studi.

Usaha echa untuk mencari tahu tentang niam juga bukan hanya melalui telepon. Dia pun mengecek melalui dunia maya. Pada tahun itu, 2011, sosial media yang booming adalah Facebook. "Aku selalu lihat profilnya dia. Mencari tahu apa yang dia pikirkan dan yang terjadi padanya.

Setahun setelah putus dari Niam, echa punya pacar baru. Namun dia masih tetap terobsesi pada mantan pacarnya tersebut. Dia ingin bertanya langsung kenapa dulu diputuskan begitu saja. Belakang setelah beberapa tahun, Niam baru memberitahuku kalau dia ternyata memacari wanita lain, sebelum resmi putus darinya.

Diakui, Eka memang cukup terobsesi pada mantannya itu. "Sampai aku mencari pacar (baru) yang fisiknya, mukanya kayak dia juga. Bahkan hobi yang sama dengannya. Ini (Obsesi) berlangsung selama dua tahun," jelasnya.

Empat tahun pasca putus, Eka akhirnya bisa bertemu dengan Niam setelah sebelumnya sang mantan menghubungi Eka kembali dan mengajak bertemu. Meski sudah ikhlas putus dari Niam, dia tetap ingin bertemu tatap muka untuk melepas rindu dan rasa sayang yang besar terhadapnya.
Sekarang keinginan Eka terwujud, hubungan sang mantan yang dulu telah menghilang mulai terjalin kembali. Walau tak bisa seperti layaknya kekasih. Tapi Eka merasa hal itu seperti nyata terulang kembali ketika empat tahun yang lalu.

3 komentar: