Cinta kasih yang tergantikan
oleh orang lain
By: Chalistha
Senja
di sore hari, terlihat menyejukkan suasana
hati. Pemandangan yang begitu indah dihiasi banyak pepohonan yang
menghijau,burung-burung bertebangan kian kesana kemari mengepakkan sayap-sayapnya
yang kokoh. Tatkala matahari mulai tenggelam,bersembunyi dibalik awan yang
putih. Ketika seseorang sedang duduk di teras rumahnya yang sangat luas
ditemani laptop kesayangannya. Dia adalah tia,seorang gadis cantik berambut
panjang,dengan anggunnya,memainkan laptopnya. Kebiasaan dia setiap hari tidak
terlepas dari yang namanya chatting.
Saat dia sedang chatting dengan seorang yang bernama danny. Yeach,,,
dani adalah seorang mahasiswa dari perguruan tinggi yang berasal dari kota
bandung yang dikenalnya lewat dunia maya. Dani dan tia semakin hari semakin
akrab dalam berhubungan walaupun dalam dunia maya.keakrabannya itu semakin
menjadi sesuatu yang tak disangkanya selama ini. Dua insan yang tiba-tiba
mengalami perasaan yang selama ini tak pernah dirasakan. Ntah itu perasaan suka
atau hanya sekedar merasa senang saat berkomunikasi dengannya.Lama kelamaan tia
dan dany menjalin suatu hubungan. tapi hubungan yang ga jelas banget.
Suatu
ketika, dani menemui tia. Dia sengaja datang kerumah tia untuk bertemu
dengannya. Jauh-jauh dari bandung ke semarang hanya untuk menemuinya. Penasaran
dengan dirinya yang hanya dikenalnya lewat dunia maya. Setelah dia bertemu secara langsung, akhirnya dia mulai mengenal.
Dan Tahu siapa tia itu. Setelah beberapa hari kemudian, tia ingin ke bandung.
Dia ingin melanjutkan pendidikan di kota tersebut. Mendaftar sebagai calon
mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Hingga dia harus mengikuti wawancara
dan tes yang begitu menghabiskan waktu untuk menunggu lama. Tetapi itu tidak
menutup kemungkinan dan tidak sia-sia. Setelah mengikuti tes tersebut, tia
dinyatakan sebagai mahasiswa baru di perguruan tersebut. Hatinya sangat senang sekali. Dia berharap
bisa bertemu dengan dani lagi. Setiap harinya tia dan dani selalu bertemu dan
berkomunikasi walaupun lewat handphone. Disaat tia sudah berada di kota
bandung. Hari demi hari. Dia merasakan sesuatu yang beda. Tia merasakan sesuatu
yang bikin dia takut untuk kehilangan saat itu juga. Dia bertanya dalam hati,
“apakah aku akan kehilangan dani”?. Pertanyaan itulah yang selalu terlintas
dalam bayangannya. Dia mencoba mencari tahu tentang hal itu. Karena disaat
perasaan yang begitu dalam mencintai dani. Dia ngga ingin dani pergi
meningggalkannya begitu cepat. Tia kemudian memberanikan diri untuk mencari
kepastian yang sebenarnya. Dia ngga ingin perasaannya dimainkan begitu saja.
Dia menelpon dani. Tapi hatinya merasa dag dig dug lebih kencang.
Tia :” Halloo.. Dani.”
Dani :” Iyaa..”
Tia :”
Dan... aku mo ngomong sesuatu. Tapi kamu jawab dengan sejujur-jujurnya.”
Dani :” Mo ngomong apa?”
Tia :” Kamu sebenarnya sayang ma aku ngga?”
Dani :”Aku sayang kamu”.
Tia :”Tapi
mengapa sikapmu begitu berubah ngga seperti biasanya.” Aku butuh kepastian yang
lebih jelas dari kamu.”
Dani :” Kepastian apa??
Tia :”
iya kepastian. Kamu itu anggap aku apa?? Pacar kamu atau bukan??” ( sambil marahdan
penasaran)
Dani :”
Bukan. Aku ngga sayang sama kamu. Aku Cuma anggep kamu teman”.
Tia :”
Apa??? ( perasaan kaget). Kamu pasti bohong. Terus selama ini, kita jalan,ngasih
perhatian lebih ke aku. Semuanya itu
bohong???”. Tega banget sih kamu.
Dani :”
sorry yahh...”( merasa ngga bersalah)
Tia :”
Oke,, ngga apa-apa. Semoga kamu ngedapetin yang lebih baik dari aku.
Makasih untuk semuanya.
Dani :”
Iya makasih. Moga kamu juga ngedapetin seseorang.
Setelah selesai bercakap-cakap. Hatinya
semakin hancur. Cowok yang selama ini dia idolakan, dia sayang ternyata hanya
kebohongan semata. Tapi. Dengan jawabannya begitu. Tia masih penasaran dengan
apa yang direncanakan
dani.
Malam
semakin larut. Hatinya semakin lama semakin gundah dan tidak pernah bisa
tentram. Dia akhirnya menemukan cara yang paling tepat. Esok harinya, Dia
mencoba mengenal salah satu temannya dani. Agar dia dapat mencari tahu tentang
dani. Dan salah satu caranya itu berhasil. Di dekatinya temannya itu yang
bernama adit. Adit adalah teman kumpulnya dia sejak masuk perguruan tersebut.
Setelah mengenal adit dengan waktu yang tidak begitu lama. Tia mulai bertanya
sesuatu kepada adit mengenai dani selama ini. Dia ingin tahu tentang dani dan
semua karakternya. Akhirnya adit mulai menceritakan sesuatu kepada tia mengenai
dani. Setelah mendengarkan ceritanya tersebut, hati tia semakin terpukul atas
apa yang telah diceritakan adit kepadanya. Tak disangka kalau selama ini dani
telah membohonginya. Dugaan tia benar selama ini.Dia sangat kecewa. Hingga dia
memutuskan untuk tidak ingin mengenalnya lagi. Hari demi hari yang dilalui, tia
tidak bisa juga melupakan sosok cowok yang dikenalnya itu. Semakin hari
perasaan dia berkecamuk menjadi satu, antara benci,sayang dan kecewa. Tapi dia
tidak bisa membohongi perasaannya. Dia belum bisa melepaskan dani walaupun ia
tahu kalu dani mencintai orang lain. Tetapi orang yang dicintainya itu,
telah memiliki kekasih. Dan dani tetap
berusaha untuk ngedapetin seseorang yang dicintainya itu.
Selang
beberapa hari kemudian, tia mencoba merenungi perasaannya itu. Dia mencoba
ikhlas untuk menerima tentang semuanya yang ia alami. “Jika memang dia bukan
untuk dipertemukan denganku dan tidak untuk bersama,aku ikhlas. Jika itu memang
terbaik untuknya. Mungkin Tuhan belum memberikan jalan untuk aku dan dia
bersama. Dibalik itu semua pasti ada maksud tertentu untuk menunjukkan sesuatu
yang lebih baik dari itu semua.” Saat perasaan itu mulai pudar. Adit yang
selalu tia butuhkan dan meminta bantuan, tiba-tiba hadir kembali. Dia sering
menghubungi tia setiap hari bahkan jalan bareng. Dari situlah hubungan tia dan
adit mulai akrab. Setiap ada masalah, tia selalu menceritakan kepada dia. Tapi,
tia tidak menaruh curiga sedikitpun mengenai adit. Lama-kelamaan, adit
mengatakan sesuatu pada tia. Dan tia tidak tahu apa yang akan dibicarakannya
itu. Tiba-tiba saja adit mengatakan ingin mengisi kekosongan hatinya. Karena
adit telah menemukan seseorang yang begitu baik,sabar, dan berbeda dengan sosok
wanita lain. Orang yang selama ini dianggapnya penyabar itu adalah orang yang
keseharianya selalu bersama adit. Yeah...dia adalah tia,tapi tia tidak
menyangka kalau adit benar-benar menganggapnya seseorang yang istimewa dihatinya.
Dia ingin tia menjadi seseorang yang berarti buatnya. Tia belum siap dan dia
tidak ingin mengulangi kejadian yang pernah ia alami dulu. Sementara itu, adit
tetap sabar menunggu keputusan tia. Apa pun yang akan terjadi, adit siap
menerima semua itu. Beberapa bulan kemudian, lama kelamaan akhinya tia mulai
sayang kepadanya. Tapi tia masih takut untuk mulainya lagi. Dengan sabarnya,
adit mulai menuntun tia, agar tidak mengingat yang kelam.akhirnya tia mulai
bisa walaupun sedikit demi sedikit.
Di
suasana yang cerah, langit kebiru biruan dan matahari yang mengintip dibalik
awan. Di gang kecil yang tak berliku. Penuh dengan pepohonan yang menghijau di
sepanjang jalan kecil tersebut. Terlintas bayangan dia dalam diri tia. Dia
selalu kebayang wajah adit. Bayangan adit yang selalu selalu terpikirkan. Tak
berapa lama,mereka bertemu kembali dan adit resmi jadian dengan tia. Mereka
saling melengkapi satu sama lain. Cinta mereka tidak akan pernah bisa
tergantikan dengan yang lain. Adit dan tia sudah saling berjanji untuk setia
dan mencintai lebih serius. Hubungan mereka yang dijalani dengan serius
bagaikan seseorang yang tidak dapat dipisahkan. Walaupun tidak ada keromantisan
dalam diri adit. Tapi tia dah begitu senang, bahagia menerima itu semua. Yang
paling penting saling menjaga kepercayaan dan tidak saling membohongi. Waktu
terus berjalan, seperti hubungan mereka yang telah dilalui. Dua sejoli yang
merajut cinta demi hubungan mereka dan menjaga hubungan mereka hingga saat ini
berjalan dengan baik.
Hujan
begitu deras mengguyur kota bandung,di sepanjang jalan yang ternodai oleh
guyuran hujan yang begitu deras,dan gedung-gedung yang tinggi,rumah-rumah yang
tersentuh oleh titik titik air hujan. Dedaunan yang basah dan embun yang
menempel pada kaca-kaca setiap rumah. Beberapa menit kemudian, hujan pun mulai
reda. Adit menemui tia dan mengajaknya jalan. Mereka jalan-jalan ke suatu
tempat yang romantis, melihat bintang yang berkemilauan di malam hari. Mengucap
sebuah janji pada hubungan mereka. Janji
yang tidak akan ada yang memisahkan mereka. Di sepanjang tempat, tia sangat
senang menikmati kebahagiaannya itu bersama adit. Dia tidak bisa melupakan
semua pengorbanan yang telah dilakukan oleh adit. Malam begitu cepat, dan angin
malam mulai merasuk ke dalam tubuh mereka. Dengan segera, mereka meninggalkan
tempat itu dan bergegas menaiki vario hitamnya. Tia pun segera diantar ke
rumah. Esok harinya, saat ngga ada kuliah, adit mengajak tia jalan. Tia ngga
tahu, adit mau ngajak jalan kemana. Yang jelas adit merahasiakannya. Sampai di
tempat tujuan. Ternyata tia diajak ke rumahnya adit. Rumah adit begitu besar dan luas. Terdapat
pepohonan yang rimbun dan sejuk di depan terasnya. Ada ayunannya. Ruang tamunya
begitu bersih dan rapi. Di pojok dinding terdapat hiasan lukisan yang indah.
Ada keluarganya di rumah tersebut dan tiapun mengenal keluarganya adit.
Keluarga adit telah akrab mengenal gadis cantik itu. Kemudian mereka makan
bersama. Setelah itu, adit mengajak ke perpustakaan daerah yang jaraknya
lumayan jauh. Adit mempunyai tugas yang harus segera diselesaikan secepatnya.
Adit mulai mencari buku yang diperlukan untuk tugasnya itu. Tak berapa lama,
buku tersebut telah ditemukannya. Buku yang dicari telah ketemu. Saatnya untuk
pulang dan mengantar gadis cantik pulang.
Paginya,
tia merasa lelah ketika bangun tidur. Mentari dengan dirinya telah dahulu
mentarinya. Mentari yang bersinar dan menghangatkan panasnya di pagi hari
membuat badan menjadi sehat dan kuat. Tapi tidak bagi tia. Gadis cantik yang
senang jalan-jalan itu, merasa kelelahan. Dan kondisinya drop. Di saat itu dia
menghubungi adit melalui selulernya.
Tuuuuuuttt....tuuuuttttt...tuuuttt
bunyi ponsel berdering. Terus menerus ponsel itu belum juga diangkatnya.
Tuuutt...tuuuuutt....tutttt.
Tia :” met pagii.... sayang?”
Adit :” pagii juga sayangkuu...”
Tia :”
sayang... hari ini aku ngga berangkat kuliah. Badanku capek sekali. Kurasa aku
lagi ngga enak badan. “
Adit :”
ya udah kamu ngga perlu berangkat.
Istirahat aja yang cukup. Nanti kalo aku pulang kuliah. Ntar aku kerumahmu.
Sekalian nganter kamu ke dokter”
Tia :”Iyaa
dech sayang. Makasiih ya sayang...”
Adit :”
iya sayangku. Iya udah kamu istirahat aja.”
Tuuutt..tuut..tuut
akhirnya bunyi telepon pun terputus. Adit melanjutkan aktivitasnya seperti
biasanya. Berangkat kuliah. Dan tia pun beristirahat sejenak.
Sampai
sore hari menjelang petang. Adit buru-buru keluar dari kampus. Dan pergi ke
rumah tia. Sampai disana, tia telah menunggu adit datang. Lama sudah hubungan
yang mereka jalani bersama. Susah,senang,canda , tawa selalu menghiasi wajah
mereka. Waktu telah berjalan begitu
cepat, bulan demi bulan hubungan tia dan adit semakin rekat. Namun, tiba-tiba
hubungan mereka mulai hancur sedikit demi sedikit. Seseorang yang tiba-tiba
muncul disaat hubungan mereka telah berjalan sangat lama. Yeachh... sosok itu
adalah orang asing yang belum pernah tia lihat sebelumnya. Awalnya, tia
mengenal sosok itu sewaktu di sebuah acara yang diselenggarakan di kampus.
Perkenalan antara mereka telah berjalan dengan baik. Hingga mengenal satu sama
lain. Sebut saja dia adalah roger. Roger adalah seorang mahasiswa satu kampus
dengan tia dan satu angkatan dengannya. Dia sosok seorang yang baik, gagah, dan
tia suka dengan postur tubuhnya yang atletis. Tak heran jika tia menyukai dan
mengidolakan sosok seperti roger tersebut. Setiap harinya tia saling komunikasi
dengan roger. Hingga tia sedikit melupakan hubungannya dengan adit. Keasyikkan
mereka,membuat hubungan tia mulai renggang dengan adit. Namun, hal itu dapat
diatasi olehnya. Semakin lama, tia lebih jarang jalan dengan adit. Bahkan
sekarang pun lebih sering jalan bersama roger. Waktunya hanya dihabiskan antara
tia dan roger.
Di
sudut kamar yang sangat luas. Penuh dengan hiasan dinding. Bercorak
hijau,seperti tumbuhan hijau yang segar. Tempat tidur yang berlapis atas bawah.
Sebelah kiri jendela dan gorden berwarrna hijau. Semua serba hijau. Tempat
tidur tia yang berada di atas,yang dianggapnya tempat yang sangat nyaman tanpa
diganggu oleh siapapun. Malam pun semakin larut, lampu 10 watt yang terang
membuat silau mata. Bergegas tidur dan mematikan lampu,tak lupa memakai selimut
dan menyalakan alarm. Agar esok bangun lebih pagi.
Hari
esok telah menyapa semua makhluk hidup termasuk tia. Bunyi ayam yang berkokok
pertanda hari mulai siang. Mentari muncul perlahan-lahan memberikan senyuman
pada setiap orang yang sedang beraktivitas. Saatnya membuka mata. Menghirup
udara segar. Menandakan kita masih diberi umur yang panjang untuk menikmati
hidup ini. Yeahh... hidup yang terkadang menyenangkan dan menyedihkan seperti
roda yang selalu berputar. Berputar mengikuti kondisi yang ada. Sedikit
melirik jam. Ternyata hari sudah semakin
panas. Bergegas cepat untuk mandi. Karena siang ini ada mata kuliah yang
benar-benar sangat penting dan menentukan ke depannya.
Waktu telah menunjukkan pukul 16.15. Saatnya tia
pulang. Capek sudah menghinggapi tubuh tia. Badan terasa pegal. Dan tia pun
menjatuhkan badannya sejenak untuk beristirahat. Tak terasa dalam tidurnya yang
begitu lama, tiba-tiba tia terbangun dan teringat akan sesuatu. Tia punya janji
dengan roger untuk jalan malam ini. Bergegaslah tia untuk bangun dan mengambil
handphonenya yang tergeletak di atas meja. Dibukanya menu pesan pada layar
handphone dan menulis sebuah pesan singkat kepada roger. Sms pun terkirim,
saatnya tia menunggu sms balasan dari roger. Tuuuttt,,,tuutt,,,tuutt bunyi
pesan terdengar semakin keras. Cepat-cepat tia melihat isi pesan pada layar
handphonenya. Roger pun membalasnya.
Beberapa menit berlalu, roger datang menemui tia. Dan akhirnya
mereka jalan malam itu. Keasyikan malam itu mereka lalui bersama. Sungguh
senang saat tia berada dekat dengan roger. Dan roger pun sebaliknya. Dia sangat
nyaman dan senang saat jalan bersamanya. Tak ada hari selain warna warni yang
mereka lalui bersama malam itu.
Tampaknya tia semakin hari sudah mulai melupakan adit.
Yahh,,, adit cowoknya selama ini.Berbagai cara dilalui tia untuk membuat alasan
agar bisa jalan bersama roger. Dan dapat bertemu kembali dengan dia. Tapi..
lama kelamaan adit sudah mulai mengetahui tentang perubahan tia yang selama ini
mulai berubah drastis. Tia melakukan ini memang sudah merasa jenuh dengan adit.
Adit merupakan sosok cowok yang sangat posesif dan protective. Justru itu tia
mencoba dekat dengan roger. Yang mungin dirasa tia dia lebih baik dari adit.
Berjalannya waktu,, dan sudah sebulan lebih akhirnya tia dan adit resmi putus.
Sekarang tia sudah ngga tahu gimana kabarnya adit. Dan sudah lama sekali tia
dan adit tidak saling berkomunikasi lagi,apalagi bertemu di kampus.
Akhirnya tia sekarang menjalin hubungan dengan roger.
Cowok yang sangat diidamkan tia. Sebenarnya sih bukan karna ganteng,gagah,atau
keren, tetapi dia sangat berbeda dengan adit, masa lalu tia. Roger adalah
cowok yang penuh perhatian, sensasi, dan
cowok yang lembut.
Sekian dulu cerita tentang mereka. Lain kali akan
menceritakan sebuah cerita yang lebih seru lagi…!! ditunggu sajaaa…!!
Terima kasih dan selamatt membacaa…!!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar